Sabtu, 22 Oktober 2011

BUDAYA BEDIOM DI LAMPUNG BARAT

"Budaya Bediom"

Budaya "Bediom" (pindah rumah) harus terus dilestarikan masyarakat Lampung Barat sebagai warisan leluhur, kata bupati setempat Mukhlis Basri, di Liwa, Minggu.
"Adat budaya yang dimiliki Lampung Barat beragam, sehingga menjadi keunikan dan daya tarik tersendiri, salah satunya adalah ’Bediom’," kata Mukhlis Basri, di Liwa, Minggu.
Dia menjelaskan, tradisi "Bediom" menjadi bagian tak terpisahkan masyarakat adat di Lampung Barat. "Dengan keaslian budaya turun temurun ini, akan membawa dampak yang positif bagi pelestarian budaya di tengah zaman yang serba canggih seperti ini," kata dia.

Menurut dia, budaya "Bediom" menjadi budaya asli Lampung Barat saat melakukan prosesi pindah rumah.
Kemudian, lanjut dia, Lampung Barat sebagai kawasan zona budaya di Provinsi Lampung.
"Beragam keunikan budaya menjadi daya tarik bagi Lampung Barat menjadi kawasan pariwisata, sehingga ini menjadi upaya pemerintah untuk menjadikan Lampung Barat sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional," kata Bupati.
"Bediom" merupakan budaya dan adat istiadat masyarakat Lampung Barat yang akan pindah rumah baik itu rumah yang baru di bangun atau rumah yang telah lama berdiri dan akan ditempati oleh penghuni yang baru.
"Bediom" di rumah kediaman yang baru, menurut adat asli Lampung Barat yang sudah dapat mendirikan rumah pribadi yang baru, serta semua peralatan rumah itu serba baru, di tempat yang baru juga maka keluarga tersebut sudah merencanakan untuk "Bediom" di kediaman keluarga yang serba baru itu, jika sudah siap untuk dihuni keluarga, disebut "Bediom" di "lamban" (Rumah).
Budaya "Bediom" menjadi kebiasaan adat yang ketat di Lakukan masyarakat Lampung Barat, sebab "Bediom" ini, bermaksud menunjukkan tanda kesukuran kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan.
Doa "bediom" disesuaikan dengan situasi dan kondisi keluarga untuk mengundang keluarga banyak atau tidaknya yang diundang, kalau keluarga tersebut termasuk mampu, maka pelaksanaan "Bediom" akan meriah.
Pelaksanaan "bediom" itu dilaksanakan pada hari-hari yang baik seperti bulan muharam, bulan maulud dan bulan haji.
Menurut penuturan masyarakat adat setempat waktu yang baik untuk melaksanakan "Bediom" adalah pada waktu sebelum subuh dan waktu isha sudah lewat jadi di mulai jam 4.30 Wib, sampai dengan jam 5.00 WIB.
Keluarga yang "bediom" itu mulai berangkat dari tempat yang lama ke tempat yang baru dan keluarga yang "Bediom", kepala keluarga dan anak istrinya di iringi oleh keluarga yang lain yang hadir pada saat itu sampai ke kediaman yang baru.
Sedangkan alat yang di bawa secara simbolis seperti alat tidur, alat masak, lampu, Quran dan sajadah yang kesemuanya dibawa oleh keluarga yang ikut mengiringi "bediom" itu, alat tidur ini menandakan mengawali tidur di tempat yang baru.
Peralatan masak pertanda bahwa keluarga akan memulai kehidupan ditempat yang baru, belanga, beras, teko, gula, kopi, serta lampu. Lampu ini dinyalakan mulai dari tempat yang lama ke tempat yang baru.
Quran dan sajadah di bawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan dan ini pertanda bahwa kepala keluarga tersebut jadi pemimpin dan imam bagi keluarganya.
"Saya berharap tradisi "Bediom" terus dilestarikan oleh masyarakat Lampung Barat, sehingga adat budaya warisan leluhur, dapat lestari meskipun budaya barat tengah berkembang di tengah masyarakat" katanya.

Sumber : Kompas

Lembaga adat masyarakat Lampung "Mendorong munculnya peran-peran konstruktif"

Lembaga adat masyarakat Lampung "Mendorong munculnya peran-peran konstruktif"
Suatu lembaga apapun bentuknya pada hakekatnya merupakan bagian dari kekuatan yang berakar pada masyarakat.  Hal ini mengandung makna bahwa sebuah lembaga atau pranata menyandang fungsi sebagai pendamping masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran keberdayaan masyarakat.  Kita semua tentu memaklumi bahwa realitas kehidupan masyarakat sangat kompleks, dengan berbagai dimensi-nya yang mungkin perlu untuk disatukan dalam suatu wadah berbentuk lembaga,  dalam  hal ini Lembaga Adat.  Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Lampung Barat Drs. Mukhlis Basri pada acara Pelantikan Lembaga Adat Masyarakat Lampung periode 2008-2011 di Aula Pemkab beberapa waktu lalu.Oleh karena itu, lanjut Bupati yang perlu digaris bawahi adalah perlunya suatu Lembaga Masyarakat Adat yang memerankan diri pada suatu aspek dari demikian kompleksnya realitas masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Dengan demikian, keberadaan suatu lembaga masyarakat adat akan mendorong munculnya peran – peran konstruktif yang lebih efektif pada suatu aspek dalam melaksanakan tugas – tugas pendampingan masyarakat terutama dalam pelaksanaan pembangunan daerah Lampung Barat.
Untuk itu kata Bupati Mukhlis Basri, dalam kaitan dengan realitas kemasyarakatan yang berkembang di Lampung Barat, dimana kondisi masyarakat Lampung Barat yang heterogen yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa seperti Lampung, Jawa, Sunda, Palembang, Ogan, Batak, Bali, Semendo, Padang dan sebagainya. Heterogenitas ini jangan sampai menimbulkan rasa kesukuan yang dapat merontokkan kebersamaan diantara sesama masyarakat Lampung Barat. Selanjutnya Bupati menghimbau menghimbau dan berharap agar segenap komponen masyarakat, termasuk lembaga masyarakat adat lampung ini agar kiranya ikut memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan program-program pembangunan di Kabupaten Lampung Barat terutama dalam upaya untuk mencerdaskan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat di Kabupaten Lampung Barat ini, karena lembaga masyarakat adat Lampung ini ini berupaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya Lampung Sai Batin/Pesisir, dan menjadi mitra pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan pembinaan kemasyarakatan, sehingga perkembangan budaya dalam hal ini budaya lampung menjadi nilai dan aset bagi daerah.


Bupati pada bagian lain sambutannya menyambut baik dengan terbentuk dan dilantiknya Kepengurusan Lembaga Masyarakat Adat Lampung (LMAL) Kabupaten Lampung Barat priode 2008-2011.  Dengan telah dilantiknya kepengurusan Lembaga Masyarakat Adat Lampung (LMAL) Kabupaten Lampung Barat ini, masyarakat adat dan pemerintah akan mempunyai mitra dan kawan dalam memajukan daerah ini.  Disamping itu program-program Lembaga Masyarakat Adat Lampung baik jangka panjang maupun jangka pendek bersinergi dengan program pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk bekerja sama membangun Lampung Barat sesuai dengan visi dan misinya. 


Awal terbentuknya Lembaga Masyarakat Adat Lampung (LMAL) merupakan upaya untuk melestarikan adat istiadat masyarakat Lampung, khususnya Lampung Barat yang mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya seiring dengan perkembangan dan dinamika kehidupan masyarakat yang semakin maju dan kompleks. Adat dan lembaga adat sangat diakui keberadaannya dan digunakan dalam kehidupan masyarakat luas sebagai warisan nilai-nilai budaya nenek moyang, dan merupakan aset potensial bangsa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Lembaga Masyarakat Adat Lampung (LMAL) ini merupakan lembaga yang sangat strategis dalam mempertahankan nilai-nilai Budaya Lampung, khsusnya budaya masyarakat Lampung Barat yang mulai memudar.  Disamping itu juga lembaga ini berupaya untuk mengisi dan membangun jiwa, watak, kepribadian, wawasan dan semangat Bangsa Indonesia seperti yang tercermin dalam nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.  Disamping itu pada kepengurusan yang akan datang diupayakan untuk membentuk sanggar-sanggar seni dan mengaktifkan sanggar yang telah ada, serta terakomodirnya Budaya Lampung Barat dalam pelajaran-pelajaran di sekolah baik formal maupun ekstra kurikuler.


Dihadapan para pengurus yang baru dilantik ini terbentang tantangan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat terutama Masyarakat Adat Lampung di Kabupaten Lampung Barat menuju kearah yang lebih baik lagi.  Selain itu berbuatlah untuk masyarakat dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan program dan kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.   Juga menjalin kerjasama dan sinergi dengan  berbagai komponen masyarakat lainnya agar Masyarakat Lampung Barat, dapat makin berdaya dan maju.   (Zan/BF/Tim BJ/Humas Lambar).
   

Rabu, 19 Oktober 2011

ADAT ISTIADAT LAMPUNG BARAT


Adat Istiadat Lampung

Berdasarkan adat istiadatnya, penduduk suku Lampung terbagi ke dalam dua golongan besar, yakni masyarakat Lampung beradat Pepadun dan masyarakat Lampung beradat Saibatin atau Peminggir.
liwa lombok
Suku Lampung beradat Pepadun secara lebih terperinci dapat di golongkan ke dalam; (a) Abung Siwo Mego (Abung Sembilan Marga), terdiri atas: Buai Nunyai, Buai Unyi, Buai Nuban, Buai Subing, Buai Beliuk, Buai Kunang, Buai Selagai, Buai Anak Tuha dan Buai Nyerupa. (b) Megou Pak Tulangbawang (Empat Marga Tulangbawang), terdiri dari: Buai Bolan, Buai Umpu, Buai Tegamoan, Buai Ali. (c) Buai Lima (Way Kanan/Sungkai), terdiri dari: Buai Pemuka, Buai Bahuga, Buai Semenguk, Buai Baradatu, Buai Barasakti. (d) Pubian Telu Suku (Pubian Tiga Suku), terdiri dari Buai Manyarakat, Buai Tamba Pupus, dan Buai Buku Jadi.
Diperkirakan bahwa yang pertama kali mendirikan adat Pepadun adalah masyarakat Abung yang ada disekitar abad ke 17 masehi di zaman seba Banten. Pada abad ke 18 masehi, adat Pepadun berkembang pula di daerah Way Kanan, Tulang Bawang dan Way Seputih (Pubian). Kemudian pada permulaan abad ke 19 masehi, adat Pepadun disempurnakan dengan masyarakat kebuaian inti dan kebuaian-kebuaian tambahan (gabungan). Bentuk-bentuk penyempurnaan itu melahirkan apa yang dinamakan Abung Siwou Migou (Abung Siwo Mego), Megou Pak Tulang Bawang dan Pubian Telu Suku.
Masyarakat yang menganut adat tidak Pepadun, yakni yang melaksanakan adat musyawarahnya tanpa menggunakan kursi Pepadun. Karena mereka sebagian besar berdiam di tepi pantai, maka di sebut adat Pesisir. Suku Lampung beradat Saibatin (Peminggir) secara garis besarnya terdiri atas: Masyarakat adat Peminggir, Melinting Rajabasa, masyarakat adat Peminggir Teluk, masyarakat adat Peminggir Semangka, masyarakat adat Peminggir Skala Brak dan masyarakat adat Peminggir Komering. Masyarakat adat Peminggir ini sukar untuk diperinci sebagaimana masyarakat Pepadun, sebab di setiap daerah kebatinan terlalu banyak campuran asal keturunannya.
Bila di lihat dari penyebaran masyarakatnya, daerah adat dapat dibedakan bahwa daerah adat Pepadun berada di antara Kota Tanjungkarang sampai Giham (Belambangan Umpu), Way Kanan menurut rel kereta api, pantai laut Jawa sampai Bukit Barisan sebelah barat. Sedangkan daerah adat Peminggir ada di sepanjang pantai selatan hingga ke barat dan ke utara sampai ke Way Komering.

wisata Pantai lampung barat


Wisata Tanjung Setia

E-mailPrintPDF
Pantai Tanjung Setia terletak di Desa Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung, Indonesia.

Pantai Tanjung Setia berjarak sekitar 52 km dari Kota Liwa, Ibukota Kabupaten Lampung Barat. Posisi Pantai Tanjung Setia yang strategis, yang letaknya berdekatan dengan jalan raya menyebabkan dapat dengan mudah dikunjungi oleh wisatawan.

Wisatawan asing yang datang ke pantai ini banyak yang berasal dari Negara Amerika, Negara Australia dan Negara Eropa lainnya, mereka mendapatkan informasi tentang pantai ini melalui informasi yang disampaikan oleh teman atau kenalan mereka yang sudah datang lebih dahulu kepantai ini dan juga informasi tersebut mereka dapat melalui website yang dibuat oleh para pencinta selancar sedunia, mereka biasanya tinggal disini seminggu hingga sampai dua minggu lamanya.

Kegiatan Wisata Di Pantai Tanjung Setia
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan antara lain adalah berselancar, menyelam, berenang, berperahu, memancing, berjemur di pantai, berjalan sepanjang pantai, bermain-main ditepi pantai, berkemah, outbond.
Ketika sore hari, wisatawan dapat menyaksikan matahari yang akan terbenam (sunset).

Pantai Tanjung Setia sudah cukup dikenal dikalangan orang barat, sehingga pada bulan-bulan tertentu ketika ombak di Pantai Tanjung Setia mencapai ketinggian puncaknya, pantai ini dipadati oleh turis asing untuk melakukan kegiatan surfing.
Ketinggian ombak di Pantai Tanjung Setia pada bulan Mei hingga bulan Agustus dapat mencapai ketinggian hingga 7 meter, sehingga para peselancar merasa sangat tertantang untuk menjadi peselancar terbaik, sedangkan di bulan lain tinggi ombaknya rata-rata 4 meter dengan pecahan ombak sepanjang 200 meter.
Kondisi laut pantai ini masih alami, belum tercemar dan udaranya sangat sejuk, suasananya tenang dan damai serta jauh dari kebisingan.
Deburan ombaknya menggelitik sanubari, sehingga membuat para peselancar tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berselancar di Pantai Tanjung Setia ini. Deburan ombaknya tidak kalah dengan pantai yang ada di Pulau Nias dan Pulau Bali, tidak berlebihan jika Pantai Tanjung Setia dijuluki sebagai pantai mutiara terpendam.
Disamping itu pantai ini dikenal juga sebagai tempat wisata memancing, dimana banyak terdapat ikan laut seperti ikan tuna dan ikan blue marlin.
Temperatur udara di kawasan pantai ini berkisar antara 29° C sampai dengan 33° C.

Fasilitas Yang Tersedia Dikawasan Pantai Tanjung Setia
Tersedia tempat penginapan, cottage.

Objek Wisata Pantai Lainnya Di Lampung Barat
Objek wisata pantai lainnya diantaranya adalah Pantai Labuhan Jukung, Pantai Way Haru, Pantai Way Jambu, Pantai Way Sindi, Pantai Suka Negara.

Pertanian Lampung Barat


Peningkatan Produktivitas Pertanian, Pemkab Lampung Barat Programkan SLPHT
Pelaksanaan pembangunan di Lampung Barat mencakup seluruh aspek dan bidang kehidupan masyarakat.  Salah satu bidang yang cukup mendapatkan perhatian serius Pemkab adalah bidang Tanaman pangan, terutama peningkatan kemampuan teknis aparatur yang membidangi masalah pangan.  Untuk itu dalam rangka meningkatkan produktivitas Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lampung Barat terus melakukan pembinaan terhadap para petani melalui program Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT).  SLPHT merupakan program Departemen Pertanian (Deptan) dengan cara memberikan pengajaran kepada para petani mengenai pengendalian hama terpadu, sekolah lapang iklim dan teknologi budidaya.
 
 Image
 
Pada kegiatan ini menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lampung Barat Ir. Noviardi Kuswan melalui Kepala Bidang Produksi Nelson Kaban mengatakan, petani diajarkan bertani secara terpadu, meliputi pemberian benih, pengendalian hama, penyediaan teknologi budidaya dan pupuk.  SLPHT ini akan melibatkan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dimana setiap kelompoknya mengelola lahan pertanian seluas 25 Ha.  Dalam kegiatan tersebut petani dapat bertukar ilmu tentang cara bercocok tanam yang baik, sehingga menuai hasil yang maksimal.

Diharapkan dari 25 Ha lahan pertanian yang dikelola dan digarap oleh petani, khusus seluas 1 Ha dijadikan sebagai lahan percontohan, sehingga dapat diterapkan nantinya hasil pembelajaran pada lahan percontohan tersebut kepada lahan pertanian yang lainnya.  Dengan adanya program SLPHT ini menurut Nelson Kaban diharapkan petani mendapatkan ilmu yang sama mulai dari pemberian benih, pengendalian hama, penyediaan teknologi budidaya dan penyediaan pupuk.  Dalam kegiatan SLPHT ini petani akan dibimbing oleh Petugas Penyuluh Pertanian (PPL), diantaranya Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu  Tumbuhan (PPOPT), sehingga lebih menuntun petani mempelajari tata cara pertanian yang baik guna meningkatkan produksi hasil pertanian. 

Pembelajaran yang dilakukan pada program ini langsung dilaksanakan dilapangan, sehingga ilmu yang diperoleh langsung diterapkan dan ini akan lebih mudah dimengerti oleh petani.  Kegiatan program SLPHT ini mendapatkan respon yang positif dari petani di Lampung Barat, dimana mereka sangat antusias sekali mengikuti program ini.  Hal ini menurut para petani, program tersebut selain meningkatkan cara bertani melalui ilmu yang disampaikan oleh penyuluh, tetapi antar petani pun dapat saling bertukar pengalaman, baik tata cara pembenihan, pemberantasan hama yang efektif, hingga pemberian pupuk untuk produktivitas pertanian.  Petani yang mengikuti program SLPHT mengalami peningkatan baik hasil yang dicapai maupun ilmu dan pengetahuan mengenai tata cara bertani yang baik.  (Zan/BF/Tim BJ/Humas Lambar).
 





Lambar_Menarik
 Radio FM SwaraprajaRadio Swara Praja

 Lampung Barat di Wikipedia
Lampung Barat di Wikipedia
 Paksi Buay Pernong Paksi Pak Skala BrakBuay Pernong

Foto Pameran Pembangunan
Foto Pameran Pembangunan 

wisata lampung barat


Lampung Barat , The Origin of Lampung
Secara geografis Kabupaten Lampung Barat terletak pada koordinat 4º47’16” – 5º56’42” Lintang Selatan dan 103º35’08” – 104º33’51” Bujur Timur, memiliki Batas Wilayah :
Batas Utara : Provinsi Bengkulu
Batas Selatan : Samudra Hindia
Batas Barat : Samudra Hindia
Batas Timur : Lampung Utara, Lampung Tengah
Luas Wilayah Lampung Barat 4.950 km persegi atau 13,99 % dari luas wilayah Provinsi Lampung, 57 % dari luas wilayah tersebut berupa hutan kawasan dan 43 % sisanya merupakan lahan yang dapat dihuni yang terbagi dalam 14 kecamatan dan 172 pekon.
Penduduk Lampung Barat berjumlah 365.999jiwa, sebagian besar (71,55 %) hidup dan tinggal di pedesaan. Pada umumnya mereka mengandalkan pertanian dan sebagai mata pencahariannya.
Pesona Wisata Lampung Barat
Dengan dikelilingi pegunungan Bukit Barisan Selatan, Kabupaten Lampung Barat menawarkan cuaca dan udara yang sejuk. Didukung juga kekayaan ekosistem lembah dan pantai serta kehidupan kemasyarakatannya, Lampung Barat memberi banyak pilihan pada pengunjung untuk menikmati perjalanan.Keragaman objek dan daya tarik wisata yang didominasi alam, diperkaya dengan khasanah seni budaya dan kehidupan kemasyarakatan, menjanjikan beragam kombinasi paket atraksi wisata untuk dieksplorasi. Atraksi utama yang siap dijelajahi adalah :
  1. Wisata Budaya dan Sejarah
Adat Budaya Lampung Barat sangatlah khas, mengingat Lampung Barat merupakan asal usul Lampung atau dikenal dengan The Origin of Lampung.
Di Lampung Barat terdapat Upacara Adat yang sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Lampung Barat. Upacara Adat tersebut dilakukan pada saat Menyambut Tamu Agung, Pengangkatan Raja, Pernikahan. Upacara Adat yang dilakukan diantaranya seperti Nyambai Agung, Alam Gemisikh, Upacara adat Pernikahan dan Upacara Pengangkatan Raja.
Ø Situs Purbakala
Peninggalan kuno yang terletak di pekon Purawiwitan, 60 km dari Liwa ini berupa komplek Batu Menhir yang tersusun rapi di duga merupakan empat pertemuan & pemujaan leluhur pada jaman purbakala.
Selain itu juga terdapat situs prasejarah Batu Brak, situs prasejarah Batu Jagur, situs Batu Temang Purajaya, ada juga Air Terjun Kubu Batu, Air Terjun Umbul Batu, Air Terjun Sepapa Kanan, Air Terjun Sepapa Kiri.
Ø Makam Gajah Mada
Makam yang terletak di Pugung Tampak dipercaya merupakan Makam Maha Patih Kerajaan Majapahit yang terkenal yaitu Patih Gajah Mada. Konon dahulu kala Kapal yang ditumpangi Patih Gajah Mada tenggelam di perairan Pugung, setelah tiba di Pugung Patih Gajah Mada jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dan dimakamkan di Pekon Pugung.
Ø Rumah Tradisioanal di Kenali
rumah-adat-lampung-barat
Di desa Sukadana Kenali terdapat Rumah Tradisional asli Lampung Barat yang sampai saat ini masih terjaga.
Ø Event Budaya
Seperti Pesta Sekura yang diadakan setiap hari Lebaran dan Festival Teluk Stabas yang di adakan setiap bulan July, kegiatan pada Festival Teluk Stabas meliputi : Arung Jeram, Jelajah Alam, Kebut Wisata Liwa, Layang-layang, Atraksi Damar, Volley Pantai, Kebut Gunung Pesagi, Pacu Kambing, Muayak, Lomba tari Kreasi, Lomba Lagu Daerah, Lomba Muli-Mekhanai.
Ø Desa Wisata Hujung
Suasan alam pedesaan yang begitu menyatu dengan alam, kta dapat tinggal di rumah – rumah adapt yang berciri khas Lampung Barat dengan konsep Homestay, sehingga kita dapat merasakan keseharian masyarakat pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk daerah perkotaan. Konsep ini juga memungkinkan kita untuk terjun langsung melakuka n aktifitas mereka misalnya bercocok tanam di sawah, mandi di sungai dll.
  1. Wisata Alam
Dengan dikelilingi oleh Bukit Barisan Selatan dan Gunung Pesagi , Lampung Barat menawarkan cuaca dan udara yang sejuk serta memiliki pesona Alam yang menakjubkan.
Ø Gunung Pesagi
559dd3a6e1bfe9fb184b147bb31314a3indonesia
Gunung Pesagi merupakan gunung tertinggi di Lampung dengan ketinggian 2000 m dpl.
Dibalik pesonanya yang begitu eksotik , gunung ini menyimpan berjuta tantangan bagi para pendaki. Setiap tahunnya gunung ini banyak dikunjungi para pendaki baik dari sekitar Provinsi Lampung maupun dari Pulau Jawa , Apalagi setiap tahunnya Pemda Kabupaten Lampung Barat mengadakan event Kebut Gunung Pesagi.
Ø Danau Ranau, Lumbok
dana-ranau-5
Danau Ranau adalah salah satu danau yang cukup terkenal di Lampung. Saat ini Danau Ranau terbagi menjadi dua bagian yaitu Palembang dan Lampung Barat, Danau Ranau bagian Lampung Barat terletak di pekon Lombok Lampung Barat , 24 km dari Liwa, Danau ini di kelilingi bukit bukit dan Gunung Seminung.
ranau_blog
Disini telah di bangun Fasilitas Hotel, Ruang Rapat, Ruang Santai serta Cottage – cottage yang berciri khas Rumah adat yang tersebar di di tepi danau.
pemandian-air-panas
Untuk Rekreasi disediakan Perahu Motor dan Perahu dayung (jukung), selain itu disana kita juga dapat menikmati pemandian air panas alami dari mata air di kaki Gunung Seminung.
Ø Arung Jeram Way Besai
besau
Dikenal memiliki Jeram Kelas II, sehingga rowrowyour-boat1tidak heran jika setiap tahunnya banyak orang berkunjung kesini untuk melakukan kegiatan Arung Jeram, dan pengunjungnya tidak hanya yang berasal dari Lampung tapi juga banyak yang datang dari luar Lampung seperti Jawa dll.
Ø Air Terjun Purajaya
Air terjun dengan ketinggian 20 m ini terletak di Pekon Purajaya, 60 km dari Liwa. Ciri khas air terjun ini adalah air yang jatuh bertingkat tiga. Panorama alam menuju lokasi sangat mempesona, dengan hamparan areal pesawahan yang yang menghijau dengan diselingi tambak.
Ø Panas Bumi Suoh
Terdapat Sumber Panas Bumi di Kecamatan suoh
  1. Wisata Bahari
    1. Sunset Labuhan Jukung
jukung
sunset-labuhan-jukung
Selain keindahan dan kebersian Pantainya, di Labuhan Jukung kita juga dapat menikmati suasana dikala mata hari terbenam ( Sunset ) yang tak kalah indah dengan Pantai Kuta Bali.
Ø Surfing di Pantai Tanjung Setia
sumatrasurfimage13
Obyek wisata yang satu ini adalah obyek wisata yang paling terkenal sampai ke luar negri.
Dengan ketinggian ombak 5 m dan panjang gelombang 200 m, Tanjung Setia menjadi salah satu Pantai dengan ombak tertinggi di dunia, setiap tahunnya tidak kurang dari 100.000 wisatawan asing yang berasal dari Australia, Portugal, Belanda, Jepang dan Amerika berkunjung ke pantai ini untuk melakukan aktifitas Surfing.
Ø Fishing Blue Merlin
inf-blue-merlin
Merupakan suatu aktifitas Pemancingan Internasional ikan Blue Merlin, tidak sedikit wisatawan mancanegara yang melakukan aktifitas pemancingan Blue Merlin di sini.
Blue Merlin adalah ikan yang habitatnya hanya di Perairan Pesisir. Dengan telah di bangunnya Dermaga Tembakak, kita dapat melakukan aktifitas pemancingan Ikan Blue Merlin mulai dari Lemong hingga Bengkunat
  1. Wisata Hutan ( Wana Wisata)
Ø Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan TNBBS Kruimerupakan salah satu warisan dunia di bidang hutan khususnya Hutan Tropis, dengan segenap keanekaragaman hayati serta Air Terjun Kubu Perahu.
  1. Wisata Agro
Ø Perkebunan Kopi Robusta
foto-kopi-liwa4
Perkebunan sepanjang Way Tenong, Sumber Jaya dan Sekincau sebagai sentra-sentra penghasil sayur mayur, buah-buahan dan komoditas hortikultura.

pakaian Adat Lampung Barat


[Inspirasi] ‘Khembak Sumbuk’ Bersama Mera dan Sucia

GAMOLAN (Gemelan Lampung) yang dinamis dengan dominasi suara kenong menguasai Balai Keratun, Kamis (16-6) siang. Dua penari cantik dengan pakaian adat Lampung Barat yang dirancang sederhana mengikuti ritme musik tersebut. Mereka adalah Mera Putri (16) dan Sucia Aprilia (16).

Mera Putri dan Sucia Aprilia.

Dua siswi SMA Negeri 1 Pesisir Tengah, Lambar, ini terus ngigel menguasai panggung yang ditonton seratusan hadirin pada acara Pengukuhan Pengurus Dewan Kesenian Lampung. Gerakannya yang indah dengan masing-masing menjinjing bakul kecil memukau penonton. Mereka sedang menarikan tari Khembak Sumbuk (bermain bakul bersama) karya Sudaryanto, guru SMAN 1 Pesisir Tengah.

Sayangnya, pentas dua dara yang concern dengan kesenian daerah itu terhenti di tengah, karena musik yang diputar menggunakan CD player itu ngadat. Tarian sempat diulang, tetapi insiden kembali terjadi. Terpaksa dua penari berbaju merah terang itu keluar panggung tanpa menyelesaikan misinya.

Mera dan Sucia dengan Khembak Sumbuk ini menjadi tamu kehormatan untuk tampil di pentas ini. Itu karena mereka adalah pemenang Festival Tari Provinsi Lampung 2011. “Kami diundang untuk tampil di sini atas undangan Dewan Kesenian Lampung,” kata Mera.

Tentang ketertarikan kepada tari daerah itu, Mera mengaku karena ia memang tinggal di daerah yang masih sering melaksanakan prosesi adat Lampung. “Kalau di daerah kami memang masih sering ada acara adat. Seperti nyambai, masih ada di tempat kami dan kami masih ikut,” kata gadis berkulit putih ini, didampingi Sucia.

Sudaryanto, guru SMAN 1 Pesisir Tengah yang aktif membina siswa dalam berbagai event seni budaya, mengaku tidak sulit mencari penari dan pelaku seni Lampung untuk berbagai event. Saat ada informasi lomba tari kreasi tradisional tingkat provinsi, ia menciptakan tari Khembak Lumbuk.

Kemudian ia merekrut Mera dan Sucia untuk mengekspresikan gerak yang diadopsi dari kebiasaan warga Lambar menggunakan bakul untuk berbagai keperluan. Menang di lomba tingkat provinsi, khuwa muli Lampung ini dikirim ke Makassar untuk mengikuti lomba sejenis di tingkat nasional. “Kami akan berangkat Senin tanggal 20 Juni. Doakan kami menang, ya,” ujar dia.

Mera dan Sucia mengaku akan sekuat tenaga mempertahankan kesenian Lampung agar tetap hidup. Menurut mereka, kesenian Lampung dapat mendekatkan penggunanya dengan budaya daerahnya. (SDM)

Sumber: Lampung Post, Minggu, 19 Juni 2011